Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Reflections

Emotions

Growing up, we were often told things like “stop crying”, “stay strong”, or “don’t overthink it”. As kids, we let our emotions flow like a river—laughing when we were happy, crying when we were hurt, and expressing frustration without hesitation. But as we step into adulthood, it’s as if the river is expected to dry up.     Suddenly, there are rules—unspoken ones that tell us showing emotions is a sign of weakness, immaturity, or a lack of control. A frown at work might make us seem unprofessional. Tears in relationship might make us feel like a burden. Even sharing our struggles with friends can sometimes leave us wondering,  Am I too much?   So, we learn to hold it in. We press our emotions into small, invisible boxes and tuck them away, convincing ourselves that “it’s fine”, even when it’s not. But emotions don’t just disappear when ignored. They sit there, stacking up like unread messages in our minds, waiting for the moment they spill over—often in ways we ...

Adulthood

Just got back from my hometown after a Chinese New Year trip. And if there’s one thing I keep thinking about since then, it’s this— so this is what being an adult feels like.   The weight of responsibility sits heavier each year. Being the only son means taking care of my mom, making sure she’s okay, making sure I’m okay. My back aches at least once a week, a little reminder that my body isn’t as resilient as it used to be. My eyesight is getting worse, even though I’ve tried to cut down my screen time. I’ve been trying to eat cleaner—less carbs, less sugar, more water, and workouts six days a week. ( Tried , at least. The last time I jumped rope, I somehow hurt my back. No idea how that happened, but it did.)   And then, there’s time. It moves differently these days. Slipping through my fingers faster than I can hold onto it. One moment, I was in Japan celebrating New Year, and now? It’s already February.  How?   Spending time in my hometown felt like a break from r...

Crossroads

Life is full of moments where choices aren’t just decisions, they’re turning points. And right now, I’m standing at one of those moments, looking at two roads stretched out in front of me. One path feels safe, familiar, wrapped in the warmth of everything I know. The other feels uncertain, a little unknown, but it hums with the quiet promise of something new and exciting.    There’s a part of me—a loud, restless part—that long for change. It’s a craving I can’t ignore anymore, a need to step into a new rhythm, to explore a life where every step feels like growth. I imagine what it might be like to wake up in a place that challenges me, pushes me, forces me to adapt. A place where even the seasons change, reminding me that nothing in life is meant to stay the same.    But chasing that feeling means leaving so much behind. It means walking away from the people who’ve been my anchor—my mom, my sisters, my close friends. The ones who know me better than anyone, who’ve se...

Life - 2

“ Live your life ”. Someone once said this when I voiced my frustrations. Simple words, yet with a depth I hadn’t grasped at first. I thought I was living in my life, but deep down, I wanted to scream, to shout it out because what you see isn’t what I feel. On the surface, it all seems fine, but beneath, the waves are churning. Pretending is easier than exposing the raw truth, isn’t it? Maybe it’s a lie to others, but it’s my way to cope.   As Adele writes in “ To Be Loved ”, one of my favorite songs of hers, “ Let it be known that I tried ”. And I tried, I have. I’ve tried countless times to live this life on different terms. Every morning when my eyes open, my mind races: “ What will I do with this day, with this life? ”. It’s not about comparison, not a measure against someone else’s existence. It’s about me, my life, and what it means. It’s not just about love, work, or family. It’s bigger, broader–something that stretches into every part of my being.   Someone else said, ...

26

Today, on my 26 th  birthday, and while dealing with some back pain, I find myself reflecting on the past year-the highs, the lows, and everything in between. Turning 25 was a big deal, and it brought its own challenges and lessons that changed me in ways I didn’t expect.   Being 25 felt like standing at a crossroads. The world around me was moving fast, and I was constantly questioning whether I was on the right path. Career choices, relationships, personal growth-everything seemed to demand my attention all at once. It was a year where I had to really look at my fears, insecurities, and what I truly wanted.   There’s something about 25 that feels like a turning point. Society tells you that by this age, you should have things figured out a stable career, financial independence, maybe even a clear direction for the future. But the reality is often far messier. I felt the pressure, both from myself and others, and it wasn’t easy to handle.   This past year wasn’t jus...

Friends

Kembali. Menulis di salah satu restoran yang berjarak kurang lebih dua jam dari Ibu Kota Jakarta. Menghampiri kedamaian alunan instrumental klasik dan gemercik air yang menenangkan. Udara malam yang semakin sejuk diiringi kodok yang berdengkang membuat suasana hati menjadi lebih tenang. Kembali menulis, bukan karena suatu kewajiban, namun kondisi hati dan pikiran yang mendukung untuk membagikan suatu ide yang mungkin dapat berdampak bagi orang-orang sekitar.   Terhanyut dalam lembaran salah satu  masterpiece  penulis terkemuka, Dale Carnegie, dengan judul " How to Win Friends and Influence People " yang sudah cukup banyak dikenal orang. Awalnya terlintas dalam pikiran ketika salah satu teman baik memberikanku buku ini, apakah Aku benar-benar butuh untuk membaca buku ini. Menurutku, sebagai orang dengan  introvert personality , Aku merasa tidak perlu lagi untuk memenangkan teman-temanku saat ini. Tidak juga pernah terlintas untuk memengaruhi orang lain dengan kehidupa...

2024

Selamat tinggal, 2023. Aku di sini, menulis sambil mencoba mengingat kembali hal yang terjadi. Tahun yang cukup melelahkan yang dipenuhi dengan canda tawa dan air mata. Bertemu dengan orang-orang baru, yang beberapa dari mereka telah menjadi cukup dekat denganku. Beberapa kali melakukan perjalanan ke negara-negara tetangga bersama dengan orang-orang terdekat. Segala hal tersebut kini telah menjadi kenangan, yang kuharap tentunya, tidak menghilang dari pikiranku.    Mengucapkan selamat datang kepada tahun yang baru, 2024, yang menurut beberapa orang, merupakan waktu untuk menjadi pribadi yang baru pula. Ada yang bertekad untuk melakukan sesuatu yang baru, dalam hal pekerjaan, kisah asmara hingga ada yang berencana untuk membuat usaha sendiri. Namun ada juga yang tetap melanjutkan rencana yang telah dibuat di tahun-tahun sebelumnya. Bagiku tahun ini adalah tahun dimana Aku akan mengambil langkah besar dalam hidup, yang mungkin tidak dimengerti sebagian orang. Tahun yang kuharap ...

Tujuan

First of all, Happy New Year 2023 everyone!    Memulai tahun yang baru bagaikan menutup buku yang telah ditulis selama setahun lalu dan mulai menulis di buku yang baru. Bukan berarti buku lama tersebut dikubur dalam lemari kedap udara yang membuatmu tidak dapat melihatnya, namun disimpan, dijadikan pedoman, yang sewaktu-waktu dapat kau buka untuk mengilas balik kenangan, yang tentunya tidak akan terulang kembali. Banyak orang-orang yang mungkin telah membuat rencana, resolusi, perubahan, yang ingin mereka capai di tahun ini. Membuat sebuah acuan, kemana mereka akan melangkah, dalam rentang waktu tertentu. Bagiku, ini adalah hal yang penting, untuk memiliki sebuah gambaran besar yang ingin kau capai dalam hidup agar hidup tidak menjadi terlalu membosankan yang tentunya penuh dengan ketidakpastian. Dalam tahun ini, hal yang ingin kulakukan adalah lebih banyak menulis, menuangkan ide-ide yang muncul dalam pikiran, menuangkan pendapatku mengenai suatu hal.   Minggu pertama di...

Motto

Kembali setelah menemukan café tenang dan unik untuk menulis. Menikmati alunan musik natal ditemani dengan rintikan hujan yang turun diluar jendela. Mencoba melihat balik hal yang terjadi di tahun ini. Penuh dengan kegembiraan dan kesedihan. Bertemu dengan beberapa orang ‘baru’ yang mewarnai hidup, pindah ke tempat bekerja yang baru, pergi berlibur bersama sahabat, pulang ke kampung halaman setelah beberapa saat menjalani hidup yang padat, merayakan pernikahan kakak kedua, dan ya, masih banyak lagi yang tak bisa Aku sebutkan satu persatu.   2022. Desember. Ya tahun 2022 akan segera berakhir. Mencoba menilai hal yang kulakukan. Mencoba membandingkannya dengan diriku di tahun lalu. Tentu banyak hal yang dapat kusyukuri, namun apakah Aku menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya? Apakah Aku lebih dapat ‘menikmati’ kehidupan? Apakah kehadiranku  cukup berdampak  bagi kehidupan orang lain? Mungkin beberapa dari kalian pernah memiliki pertanyaan yang sama, dan Aku tau, ...

Love?

Kembali. Mencoba meluangkan waktu untuk menulis setelah beberapa temanku mengeluh akan jarak waktu tulisanku yang terkesan cukup lama. Mencoba memenuhi keinginan beberapa orang, yang mungkin, menikmati tulisan-tulisan ringan tanpa arti ini.    Beberapa waktu lalu, Aku mendapatkan saran dari teman yang membaca beberapa tulisanku sebelumnya. Selalu terkesan dalam, sedih, putus asa, katanya.  Overthinking , untuk tulisan terakhirku. Ada beberapa yang menantangku untuk membicarakan hal yang ceria, penuh kebahagiaan, penuh cinta. ‘Cinta’.  And here I am ,  talking about ‘Love’.    Love . Cinta. Sayang. Dicintai atau mencintai. Hal yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Terkadang, membuat hari menjadi cerah dan terasa sangat bahagia. Namun terkadang, membuat hari menjadi lebih gelap dan tidak bergairah. Terkadang membuat detak jantung semakin berdetak cepat, namun kadang, membuat cukup sulit bernapas. Ya, itulah Cinta. Abu-abu. Tak dapat dinilai. Tak dap...

Future

Back , setelah menghilang sejenak. Duduk di sebuah coffee shop favoritku dulu, menikmati lantunan instrumental yang menenangkan hati ditemani dengan es kopi yang menyejukkan pikiran. Jari jemariku sudah siap untuk menuangkan hal yang ada di dalam pikiranku. Mulai bertekad untuk menulis hal-hal kecil yang muncul dalam hidupku.    24. Ya, Aku 24. Perjalanan yang semakin sulit sudah mulai memasuki kehidupan. Semakin banyak hal yang harus dipikirkan, semakin banyak kesibukan yang terkadang membuatku, lelah. Lingkaran pertemanan yang semakin mengecil, mulai menarik diri dari lautan manusia yang ada. Mulai bersikap “masa bodoh” dengan hal-hal yang terjadi di sekitar. Mulai berpikir apa yang akan kulakukan di dalam kehidupan ini. Egois? Mungkin.    Hal yang paling berbeda dengan sebelumnya adalah waktu. Keseharian, rutinitas yang selalu sama setiap harinya. Detik kehidupan yang selalu berjalan maju, namun tidak dengan kehidupanku. Waktu berjalan dengan cepat, yang terkadang...

Uncertainty

Cemas. Bahagia. Challenge. Struggled. Beberapa kata yang dapat mengambarkan tahun 2021. Sudah banyak hal yang dilalui, tertawa bersama dia, tantangan dalam pekerjaan, memikirkan langkah yang harus diambil selanjutnya. Tahun yang baru bukanlah hal yang mudah untuk dipikirkan. Ada segelintir orang yang terlihat santai dalam menghadapi tahun yang baru, ada pula yang berpikir dengan keras apa yang akan dihadapi di tahun yang baru ini.   Aku, salah satu orang yang berpikir keras akan tahun yang baru. Bukan hal yang mudah bagiku untuk menghadapi tahun yang baru, waktu yang terus berjalan tanpa memandang apapun. Banyak yang mengatakan bahwa hidup bukanlah hal yang harus dipikirkan, bukan hal yang harus ditakutkan. Bagiku itu hanyalah omong kosong belaka. Hidup adalah hal kompleks yang sulit dimengerti.    Ketidakpastian adalah salah satunya. Hal yang membuat takut semua orang, termasuk Aku. Ketidakpastian akan apa yang akan terjadi, ketidakpastian akan hal yang telah dipersiapka...

Adil

Adil. Bahagia. Mereka. Tenang. Bersyukur. Beberapa kata yang sering muncul dalam pikiranku akhir-akhir ini. Terlalu sibuk dengan hal yang sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang pekerja hingga tak lagi memiliki waktu untuk memikirkan kehidupan. Mencoba untuk terlihat baik-baik saja, walau pikiran ini sudah tak lagi mampu menampung. Mungkin ada beberapa orang yang sadar akan hal itu, tetapi Aku tetap mencoba untuk terlihat baik-baik saja.   Apakah kehidupan ini adil? Ada beberapa temanku yang berkata kehidupan ini adil, ada yang berkata tidak, ada pula yang tidak pernah berpikir akan hal ini, dengan segala cerita dibalik itu semua. Hampir mereka semua, termasuk Aku (di masa lalu), menilai keadilan hidup ini dengan membandingkan kehidupan yang dilukis orang lain. Dengan teman dekat, keluarga, tetangga, rekan kerja, penemu mobil listrik, bahkan burung-burung tanpa dosa yang terbang bebas di langit sore hari.    Keadilan bagimu dan bagiku adalah hal yang tidak dapat dibandi...

Fake

Aku kembali, setelah lebih dari setahun aku tidak menulis. Duduk dengan pakaian yang cukup rapi, yang telah Aku prediksi sebelumnya, akan menjadi pakaian sehari-hariku dalam beberapa tahun ke depan. Deringan telefon dan hembusan angin AC telah menjadi makanan telingaku untuk beberapa bulan terakhir.    Aku, telah menjadi seseorang yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Pikiran-pikiran yang muncul dan hal-hal yang dihadapi pun berbeda. Aku tetaplah aku, seseorang yang selalu menyimpan segala sesuatu di dalam pikiran. Aku telah masuk ke sebuah lingkungan yang baru, disertai dengan orang-orang yang baru pula. Mulai mengetahui kehidupan yang sebenarnya. Aku mulai menelaah kebiasaan orang-orang yang baru, yang ada di sekitarku. Ada beberapa yang benar-benar sesuai dengan prinsip hidupku, ada pula yang tidak. Aku tidak membenci atau menyalahkan mereka, dan tidak pernah terlintas dalam pikiranku untuk menuntut mereka menjadi seseorang yang Aku inginkan.    Aku, telah terpeca...